Do’a Suku Indian Sioux

Wahai Yang Maha Agung,

yang suara-Mu terdengar dalam angin berhembus

Engkau, yang nafas-Mu menjadikan bumi ada

Dengarlah permohonanku

Hamba, satu dari ciptaan-Mu, menghadap Engkau

Hamba, yang kecil dan lemah

butuh kekuatan dan kebijaksanaan-Mu

Perjalankan hamba senantiasa dalam keindahan

Jadikan mataku tak pernah lupa indahnya

lembayung surut mentari

Jadikan tanganku selalu menghargai apa

yang telah Kau ciptakan

Jadikan telinga hamba tajam mendengar-Mu

Jadikan hamba bijak, agar hamba mengerti

ilmu yang kau ajarkan pada semua ciptaan-Mu :

Ilmu yang Engkau sematkan pada setiap

helai dedaunan dan batu

Jadikan hamba kuat!

Bukan untuk bangga berjaya atas semua saudaraku,

tapi untuk bertarung

dengan lawan terbesarku:

Diriku sendiri

Jadikan hamba selalu siap untuk datang pada-Mu

dengan mata yang tegak memandang ke depan

Agar saat nafasku surut seperti

terbenamnya matahari

Jiwaku bisa melangkah ke arah-Mu

tanpa merasa malu

Amin

 

__________________________________

Do’a Suku Indian Sioux, terjemahan bahasa Inggris oleh Kepala Suku Yellow Lark (Lakota)

Diterjemahkan oleh Herry Mardian, terinspirasi dan diadaptasi dari terjemahan bebas Lucky G. Adhipurna dan dari teks asli.

DALAM VIRTUAL

 

Abaikan saja aku

Duniamu,

dimensi waktu hanya sekejap

Tak pernah ada gundah warnai hari

Karena kau milikku

Hanya dalam hablur impian nisbi.

 

Lari saja menjauh

Dihatimu,

kembang tlah dirancang mempesona

Jangan ratapi bulan jadi gerhana

Sebab aku milikmu

Hanya dalam warna galau jiwa.

 

Alam virtual

Cuma alam milikku

Ingin ku beranjak

Namun realita membelenggu.

 

Manakala kita

Tergugah dari impian nyata

Sirnalah bentukku

Dan asa terkumpul jadi debu.

 

©(=============)

 

DIRI

 

Inilah bangsaku

Para pengumbar selera

Fatwa di bibir membahana

Hati masih saja kelu.

 

Ini warisan bapakku

Bumi sebesar biji padi

Terdesak oleh geliat nafsu

Tak tau telah jauh dari diri.

 

Bencana tuk bangsaku

Menerpa silih berganti

Alam tak henti menyeru

Tak membuat sadar diri.

 

Laku terikat peraturan

Pribadi tak terkendali

Kebebasan sengaja diciptakan

Hukum Tuhan itu pasti.

 

Mesin hidup tiada henti

Memutar roda sinergi

Kapan sebuah momen terjadi?

Tanyalah pada diri.

 

©(Sgu30032009)