Kembali Pada Tuhan

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,

maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,

maka merangkaklah kepadaNya! Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,

maka tetaplah persembahkan doamu

yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;

karena Tuhan, dengan rahmatNya

akan tetap menerima mata uang palsumu! Jika engkau masih mempunyai

seratus keraguan mengenai Tuhan,

maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya! Wahai pejalan!

Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,

ayuhlah datang, dan datanglah lagi! Karena Tuhan telah berfirman:

“Ketika engkau melambung ke angkasa

ataupun terpuruk ke dalam jurang,

ingatlah kepadaKu, karena Akulah jalan itu.”

 

(Jalaluddin Rumi)

Pernyataan Cinta

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,

Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,

Segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu?

Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,

Bagai unta memamah biak makanannya,

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

 

_____________________________

Jalaluddin Rumi

 

Karena Cinta

Karena cinta duri menjadi mawar

karena cinta cuka menjelma anggur segar

Karena cinta keuntungan menjadi mahkota penawar

Karena cinta kemalangan menjelma keberuntungan

Karena cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar

Karena cinta tumpukan debu kelihatan seperti taman

Karena cinta api yang berkobar-kobar

Jadi cahaya yang menyenangkan

Karena cinta syaitan berubah menjadi bidadari

Karena cinta batu yang keras

menjadi lembut bagaikan mentega

Karena cinta duka menjadi riang gembira

Karena cinta hantu berubah menjadi malaikat

Karena cinta singa tak menakutkan seperti tikus

Karena cinta sakit jadi sehat

Karena cinta amarah berubah

menjadi keramah-ramahan

 

______________________

Jalaluddin Rumi