Guru

b_150_100_16777215_00_images_guru-ngaji-keliling.jpg

 

Engkau tidak dapat melakukan sesuatu sendiri, carilah seorang Sahabat (Guru). Jika engkau telah merasakan sececap kehambaran (kelemahanmu), maka engkau akan kecewa (pada dirimu sendiri). (Nizhami, Treasury of Mysteries)

Menangguhkan sepenuhnya rasa percaya diri atas suatu bidang yang sebenarnya bukan kegiatannya, digambarkan dalam sepenggal otobiografi Sufi berikut ini: "Semula aku bertekad harus menempuh Jalan mistik (baca ketuhanan) sendiri, dan berjuang untuk itu, tapi kemudian sebuah suara berkata, 'Engkau harus pergi menemui seorang pencari jejak yang akan menunjukkan jalan dalam menjelajahi hutan belantara atau engkau lebih suka mencari jalanmu sendiri dan binasa dalam pencarianmu itu?"

Guru Sufi bukanlah sosok menggemparkan yang menarik jutaan pengikut dan yang kemasyhurannya tersebar ke seluruh penjuru dunia. Tingkat iluminasinya hanya kelihatan sepenuhnya bagi orang yang tercerahkan. Seperti sebuah radio yang menerima sinyal-sinyal gelombang suara, manusia hanya dapat merasakan kualitas-kualitas fisik dan metafisis yang berada dalam jangkauannya. Maka dari itu, orang (baik laki-laki ataupun perempuan) yang kagum dan terkesan oleh kepribadian seorang guru, meskipun telah tersadarkan (mencapai marifat tertentu), tidak akan mampu menerima dan mempergunakan pengaruh sang guru. Sumbu peledak mungkin saja tidak meledak, namun elemennya mendatangkan pijar yang merusak. "Sebuah pisau rumput tidak dapat membelah gunung. Seandainya matahari yang menyinari bumi dapat ditarik lebih dekat, bumi ini akan ditelannya." (Rumi, Matsnawi, Buku I, versi Whinfield).

Manusia yang kesadarannya berkembang itu hanya dapat memandang sekilas tingkat-tingkat kualitas di atasnya. Tak ayal lagi, bahkan melalui analogi fisik, pada umumnya orang tidak dapat menangkap kualitas-kualitas yang sebenarnya dari sang guru yang bijaksana, yaitu manusia yang telah mencapai tingkat perkembangan (kesadaran) keempat, manakala ia masih berada pada tingkat (kesadaran) pertama atau kedua. Untuk itu, para Sufi memberikan perumpamaan: seberkas cahaya lebih bermanfaat bagi kelelawar. Adapun kilauan cahaya matahari tidak bermanfaat baginya, sekalipun mungkin ia mabuk olehnya.

(Mahkota Sufi: Menembus Dunia Ekstra Dimensi)

Comments   

Rex
0 # Rex 2016-07-11 16:21
When some one searches for his essential thing, therefore he/she wants to be available that in detail, thus that thing is maintained over here.


Also visit my blog; Film Barat: http://www.databasefilm.com
Reply | Reply with quote | Quote

Add comment


Security code
Refresh