Nasihat Ibnu At Thaillah

b_150_100_16777215_00_images_salik.jpg  
   

Bersyukurlah bila telah bisa menjalankan nasihat-nasihat ini (Ibnu At Thaillah).

Ia senantiasa sabar menghadapi gangguan orang dan tidak menyakiti.

Hendaknya ia senang membantu orang dalam hal kebajikan, mengasihi orang yang lemah, menunjuki orang yang sesat dan bodoh, menyadarkan orang yang lalai dan tidak membuat hijab.

Setiap orang yang meminta pertolongannya, selalu dibantu.

Setiap orang yang ingin menemuinya, selalu bisa bertemu.

Ia tidak menutup diri dari orang, selalu memberi kepada yang meminta, menghormati tamu, menghibur orang yang sedang merana, menenangkan orang yang sedang cemas, memberi makan orang yang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi baju kepada orang yang telanjang, membantu pelayan, selalu melakukan perbuatan mulia dan tidak melakukan perbuatan tercela.

Diantara ciri salik lainnya adalah selalu melakukan mujahadah jasmani seperti menahan rasa lapar dan haus, serta berujung dalam empat hal :

  1. Kematian putih, yaitu menahan lapar;
  2. Kematian merah, yaitu menentang hawa nafsu;
  3. Kematian hitam yaitu bersabar dalam memikul beban;
  4. Kematian hijau yaitu memakai tembelan berlapis.

Seorang salik juga lebih mengutamakan orang lain, selalu bersandar kepada Allah dalam semua hal, ridha dengan semua ujian dari-Nya, bersabar dalam menghadapi berbagai macam penderitaan, meninggalkan tanah air, menjauh dari makhluk tanpa memandang mereka sebagai orang yang buruk, namun semata-mata karena lebih mengutamakan Allah ketimbang makhluk. Ia memutuskan segala hubungan yang bisa menjadi penghalang, selalu berusaha untuk memenuhi hajat kebutuhan manusia setelah selesai membenahi dirinya sendiri. Siapa yang berusaha memenuhi hajat manusia sebelum ia memperbaiki diri sendiri, berarti orang tersebut sebenarnya menginginkan kedudukan dan pujian.

Add comment


Security code
Refresh