Perjalanan yang tak pernah sampai

Hati seseorang yang mencintai selalu dalam perjalanan yang tiada akhir terhadap Kekasihnya. Ketika satu tahapan dan kedudukan telah ia capai, tahapan dan kedudukan yang lain akan tampak.

Ia adalah musafir di antara keluarganya. Ia seorang pengembara meski ia berada di rumah. Ia orang yang asing diantara saudara dan kerabatnya. Kekuatan hubungan cinta dengan Kekasihnya mengharuskan agar hatinya tidak diam ditempat sebelum sampai kepada sang Kekasih. Demikianlah hati seorang yang mencintai, selalu bergerak tidak pernah tenang. Ia tidak pernah mau tenang sebelum memperoleh keredhaan Kekasihnya. Nabi sendiri adalah seorang pengembara pada waktu siang dan malam.

Syeh Ibnu Qoyyim Rahimahullah